Kisah Redenominasi Rupiah di Luar Negeri

Kisah Redenominasi Rupiah di Luar Negeri Mengikuti tugas belajar istri ke luar negeri adalah hal yang sangat menyenangkan sekaligus mengkhaw...

Kisah Redenominasi Rupiah di Luar Negeri

Mengikuti tugas belajar istri ke luar negeri adalah hal yang sangat menyenangkan sekaligus mengkhawatirkan. Satu sisi memperoleh pengalaman hidup di luar negeri, sisi lain harus rela meninggalkan karir yang telah dirintis. Hidup ini pilihan seperti kata pepatah, saya pun memilih untuk pergi keluar negeri. Negara yang dituju adalah negeri kangguru (Australia). Setelah memperoleh tempat tingal sewaan (semacam rumah kos), walau masih sangat awam tentang dunia kerja di luar negeri saat itu saya berusaha untuk mencari peker jaan “apa saja”, karena menganggur sangat tidak menyenangkan.

Pertama kali saya memperoleh pekerjaan di Australia adalah sebagai "Floor Manager" dengan tugas dan tanggung jawab meliputi “asset management area”. Bagi teman-teman yang pertama kali mendengar mungkin akan mengira pekerjaan ini pasti “wah dan hebat” sekali. “Floor manajer??" tunggu dulu, Floor manager adalah istilah yang biasa digunakan para pelajar ataupun pasangan pelajar untuk seorang cleaner atau tenaga pembersih dengan deskripsi pekerjaan memungut sampah, memakum karpet, mengelap meja, mengepel lantai dan membersihkan wc.

Pekerjaan cleaner dimulai pukul 5 sore saat karyawan kantor telah pulang kerja, ketika memunguti sampah di antara sela-sela meja pegawai yang terkadang pulang larut, hati jadi teringat saat di Indonesia, betapa mulianya para pekerja yang kita kenal sebagai OB (Office Boy). Awalnya saya belum terbiasa dengan pekerjaan ini, maklum di Indonesia, belum pernah berkerja menggunakan otot seperti sekarang ini.

Perkerjaan yang paling terberat bagi saya adalah ketika harus membersihkan wc, rasa kesal seringkali menghinggapi perasaan saya, karena saat membersihkan wc ada saja orang yang nyelonong masuk dan buang air besar bersamaan saat saya bekerja. Hingga suatu hari datanglah seorang sahabat yang memberikan saran, jika kamu bekerja cobalah bekerja dengan "ikhlas" saat kamu membersihkan wc toilet yang berbau kotoran anggaplah engkau sedang membersihkan dosa.

Ilmu Ikhlas yang diberikan oleh sahabat membuat saya kembali bersemangat menjalani pekerjaan ini, disamping itu jika di kurskan lumayan juga nilai dollar ke rupiah buat uang saku di rantau. Pekerjaan cleaner ini akan berakhir pada saat pukul 9 malam namun biasanya setengah jam sebelumnya digunakan untuk beristirahat untuk mencicipi bekal yang dibawa dari rumah. Tempat beristirahat yang kami gunakan adalah dapur kantor yang sangat bersih dan rapih (siapa dulu cleanernya??) di tempat ini kami berinteraksi dengan sesama cleaner lainnya yang berasal dari Filipina dan Thailand.

Setiap dua mingguan kami menerima gaji yang langsung di transfer ke rekening bank masing-masing. Supervisor biasanya akan membagikan slip pembayaran gaji pada waktu kami sedang beristirahat. Ketika kami berseri-seri melihat nominal dollar yang tertera di slip gaji, tiba-tiba teman Filipina bertanya pada teman Thailand “How much one Austrlian dollar convert to Thailand Bath?”, “It’s 29.05 bath, how about Pesos” sahut si Thailand. “It’s 40.94 Pesos” jawab si Filipina. Kemudian mereka berdua melihat pada saya sambil bertanya “How about Indonesian Rupiah??”, sayapun langsung menjawab “It’s only 8 rupiah” (Karena saya merasa gengsi jika menjawab AUD 1 = Rp 8.080.) merekapun terpukau dengan jawaban saya (ADH)(Ilustrasi: elitechoice.org)

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item